DEKADENSI INTELEKTUAL MAHASISWA
Oleh : Abdul Malik Darmin||AMD
Sejarah
adalah milik manusia, ia senantiasa menunggu goresan tinta dari sang pemilik.
Menurut Qurais Shihab sejarah terbentuk karena adanya factor actor dan sistem
Nilai. Berangkat dari pernyataan tersebut kalau kita membaca sejarah bangsa
Indonesia ternyata mahasiswa sebagai pemilik peranan penting dalam perubahan
bangsa Indonesia. Tgl 2 mei 1908 pemuda dan mahasiswa telah berhasil
menggoreskan tinta sejarah monumental sebagai hari pendidikan nasional. Tgl 28
oktober 1928 dengan semangat nasionalisme pemuda dan mahasiswa telah melahirkan
Hari Sumpah Pemuda. Tgl 17 Agustus 1945 dengan semangat anti imperialisme dan
kolonialisme telah berhasil mengukuhkan jati diri Negara Indonesia sebagai Negara
yang merdeka dan berdaulat. Selanjutnya dengat semangat kebersamaan mahasiswa
telah berhasil mengusir pemberontakan G 30 S/PKI dari bumi Indonesia. Dan yang
sangat dramatis lagi, awal tahun 1998 dengat semangat Reformasi hanya dengan
gerakan demostrasi mahasiswa telah berhasil membongkar dan meluluhlantakan
Super Power Orde Baru yang di komandoi Soeharto, pasca itu berganti nama era
reformasi.
Begitu
ampuhnya gerakan dan peran mahasiswa
dalam mempelopori sejarah ini. Tentu gerakan mahasiswa itu adlah sebuah gerakan
idealisme yang sangat matang yang berdasarkan basis intelektual yang tinggi. Kakanda
saya Anas Urbaningrum perna Berkata ada 3 indikator bagi seorang intelektual
yaitu, konsentrasi membaca yang sangat tinggi, mampu berdebat secara argumentatif,
dan setelah itu diwujudkan dalam bentuk karya tulis.
Yang
menjadi pertanyaan besar adalah kenapa dalam era reformasi hari ini justru
dekadensi intelektual terjadi pada peran
mahasiswa??? Rasa idiom yang menjadi kebanggaan mahasiswa yaitu moral force,
social control, agen of change apakah ini hanya sebuah “predikat kebesaran”
yang hanya bisa di pajang?? Saya pikir tidak. Analoginya seperti ini jika para
politisi sangat terobsesi untuk mendapatkan kursi jabatan, para praktisi ekonomi
haus akan materi, maka mahasiswa seharusnya menempatkan dirinya sebagai orang
yang ‘rakus’ akan ilmu pengetahuan dalam rangka peningkatan intelektualnya .
Dengan fenomena yang terjadi dikalangan mahasiswa hari ini yang lebih
mengedepankan sifat apatis dan hedonis sehingga inilah yang menjadi inspirasi
saya kenapa mahasiswa harus kembali ke jati dirinya.
Potret
mahasiswa hanya bisa dicapai jika mahasiswa memiliki ilmu pngetahuan dan
teknologi, dan senantiasa ikhtiar dan kerja keras mengadakan contect dengan
Tuhan (iman) serta secara sadar melakukan kerja – kerja kemanusiaan (amal)
dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. misteri mahasiswa kedepan bisa di jawab
dengan tiga pilar itu yaitu (ilmu, iman, alam).
Tulisan
ini bukan untuk mengajar atau menggurui tetapi hanya ingin mengingatkan sudah
terlalu lama kita tertidur, sudah terlalu lama kita diam, ketika kakimu sudah
kau tancapkan janganlah perna surut niatmu. Olehnya itu saya sampaikan tulisan
ini adalah bagian pertama Insya Allah bagian ke dua akan segera di tulis dengan
judul Gerakan Protes Mahasiswa. Akhir kata saya ucapkan banyak terima kasih
dan Terus Berbenah, YAKUSA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar