Rabu, 21 Januari 2015

DEKADENSI INTELEKTUAL MAHASISWA



DEKADENSI INTELEKTUAL MAHASISWA
Oleh : Abdul Malik Darmin||AMD
Sejarah adalah milik manusia, ia senantiasa menunggu goresan tinta dari sang pemilik. Menurut Qurais Shihab sejarah terbentuk karena adanya factor actor dan sistem Nilai. Berangkat dari pernyataan tersebut kalau kita membaca sejarah bangsa Indonesia ternyata mahasiswa sebagai pemilik peranan penting dalam perubahan bangsa Indonesia. Tgl 2 mei 1908 pemuda dan mahasiswa telah berhasil menggoreskan tinta sejarah monumental sebagai hari pendidikan nasional. Tgl 28 oktober 1928 dengan semangat nasionalisme pemuda dan mahasiswa telah melahirkan Hari Sumpah Pemuda. Tgl 17 Agustus 1945 dengan semangat anti imperialisme dan kolonialisme telah berhasil mengukuhkan jati diri Negara Indonesia sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat. Selanjutnya dengat semangat kebersamaan mahasiswa telah berhasil mengusir pemberontakan G 30 S/PKI dari bumi Indonesia. Dan yang sangat dramatis lagi, awal tahun 1998 dengat semangat Reformasi hanya dengan gerakan demostrasi mahasiswa telah berhasil membongkar dan meluluhlantakan Super Power Orde Baru yang di komandoi Soeharto, pasca itu berganti nama era reformasi.
Begitu ampuhnya gerakan dan peran  mahasiswa dalam mempelopori sejarah ini. Tentu gerakan mahasiswa itu adlah sebuah gerakan idealisme yang sangat matang yang berdasarkan basis intelektual yang tinggi. Kakanda saya Anas Urbaningrum perna Berkata ada 3 indikator bagi seorang intelektual yaitu, konsentrasi membaca yang sangat tinggi, mampu berdebat secara argumentatif, dan setelah itu diwujudkan dalam bentuk karya tulis.
Yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa dalam era reformasi hari ini justru dekadensi intelektual  terjadi pada peran mahasiswa??? Rasa idiom yang menjadi kebanggaan mahasiswa yaitu moral force, social control, agen of change apakah ini hanya sebuah “predikat kebesaran” yang hanya bisa di pajang?? Saya pikir tidak. Analoginya seperti ini jika para politisi sangat terobsesi untuk mendapatkan kursi jabatan, para praktisi ekonomi haus akan materi, maka mahasiswa seharusnya menempatkan dirinya sebagai orang yang ‘rakus’ akan ilmu pengetahuan dalam rangka peningkatan intelektualnya . Dengan fenomena yang terjadi dikalangan mahasiswa hari ini yang lebih mengedepankan sifat apatis dan hedonis sehingga inilah yang menjadi inspirasi saya kenapa mahasiswa harus kembali ke jati dirinya.
Potret mahasiswa hanya bisa dicapai jika mahasiswa memiliki ilmu pngetahuan dan teknologi, dan senantiasa ikhtiar dan kerja keras mengadakan contect dengan Tuhan (iman) serta secara sadar melakukan kerja – kerja kemanusiaan (amal) dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. misteri mahasiswa kedepan bisa di jawab dengan tiga pilar itu yaitu (ilmu, iman, alam).
Tulisan ini bukan untuk mengajar atau menggurui tetapi hanya ingin mengingatkan sudah terlalu lama kita tertidur, sudah terlalu lama kita diam, ketika kakimu sudah kau tancapkan janganlah perna surut niatmu. Olehnya itu saya sampaikan tulisan ini adalah bagian pertama Insya Allah bagian ke dua akan segera di tulis dengan judul Gerakan Protes Mahasiswa.  Akhir kata saya ucapkan banyak terima kasih dan Terus Berbenah, YAKUSA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar