Jumat, 27 Maret 2015

Makalah Sistem Informasi Kesehatan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    LATAR BELAKANG

Rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, padat profesi dan padat modal. Kompleksitas ini muncul karena pelayanan rumah sakit menyangkut berbagai fungsi pelayanan , pendidikan dan penilitian serta mencakup berbagai tindakan maupun disiplin medis. Agar rumah sakit mampu melaksanakan fungsi yang demikian kompleks, rumah sakit harus memiliki sumber daya manusia yang profesional baik dibidang teknis medis maupun administrasi kesehatan. Menurut Sistem Kesehtan Nasional, fungsi utama rumah sakit adalah menyediakan dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan pasien. Berdasarkan Surat Keputusan Mentri Kesehatan RI No. 983/SK/XI/1992 rumah sakit umum memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sedangkan rumah sakit khusus memberikan pelayanan sesuai dengan kekhususannya. Pelayanan rumah kesehatan rumah sakit meliputi pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, rehabilitasi medik dan pelayanan asuhan keperawatan. Pelayanan tersebut dilaksanakan melalui unit gawat darurat, unit rawat jalan dan unit rawat inab.

Sistem informasi rumah sakit dibetuk oleh beberapa sistem meliputi, sistem penyimpanan data pasien, sistem informasi keuangan dan sistem informasi rumah sakit terintegrasi. Rumah sakit yang memiliki sistem informasi yang terintegrasi akan memudahkan dalam melakukan aktifitas secara efektif terutama pada kegiatan pendaftaran pasien yang merupakan proses dasar yang penting dalam aktifitas yang terjadi di rumah sakit.

Evaluasi diartikan sebagai penilaian kritis secara obyektif atas dasar fakta (bukan perkiraan) yang disesuaikan dengan standart atau patokan. Evaluasi pelayanan kesehatan sendiri merupakan sebuah proses untuk menentukan nilai atau jumlah keberhasilan dari pelaksanaan suatu kegiatan serta merupakan persyaratan dasar`untuk mengendalikan dan mempertahankan mutu pelayanan. Ada hal penting yang berlaku dalam setiap tahap evaluasi, yaitu adanya penentuan kriteria penilaian dan kriteria tersebut dapat diukur serta pengambilan keputusan atau kriteria dapat diambil dengan mudah tanpa membingungkan.







1.2. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah :
1.      Bagaimana menjelaskan Pengertian Sistem Informasi Rumah Sakit
2.      Bagaimana menjelaskan Subsistem Sistem Informasi Rumah Sakit
3.      Bagaimana Menjelaskan Ruang Lingkup Sistem Informasi Rumah Sakit
4.      Bagaimana menjelaskan Mengevaluasi Pengendalian Sistem Informasi Rumah Sakit Agar Dapat Meningkatkan Efektifitas Pelayanan Rumah Sakit


1.3. TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk Mengetahui Pengertian Sistem Informasi Rumah Sakit
2.      Untuk Mengetahui Subsistem Sistem Informasi Rumah Sakit
3.      Untuk Mengetahui Ruang Lingkup Sistem Informasi Rumah Sakit
4.      Untuk Mengetahui Mengevaluasi Pengendalian Sistem Informasi Rumah Sakit Agar Dapat Meningkatkan Efektifitas Pelayanan Rumah Sakit

1.4. MANFAAT
Adapun manfaat yang ingin dikemukakan dalam makalah ini yaitu :
1.      Dapat menjadi referensi dan literatur bagi semua kalangan yang membutuhkan.
2.      Dapat menambah ilmu pengetahuan, serta melatih penulis berpikir secara kritis, analitik, dan logis dalam mengolah dan mengkaji data menjadi sebuah karya ilmiah















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Informasi Rumah Sakit

Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu tatanan yang berurusan dengan pengumpulan data, pengolahan, penyajian informasi, analisis dan penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit
.
Sebuah sistem informasi rumah sakit idealnya mencakup integrasi fungsi-fungsi klinikal (medis), keuangan, serta manajemen yang nantinya merupakan sub sistem dari sebuah sistem informasi rumah sakit. Sub sistem ini merupakan unsur dari sistem informasi rumah sakit yang tugasnya menyiapkan informasi berdasarkan fungsi-fungsi yang ada untuk menyederhanakan pelayanan pada suatu rumah sakit. Namun sub sistem ini akan saya bahas pada pembahasan selanjutnya.

2.2 Subsistem Sistem Informasi Rumah Sakit

Funsi utama dari rumah sakit yang pada umumnya adalah pelayanan kesehatan, serta pasien sebagai objek dari fungsi utama rumah sakit, dukungan operasional berupa tenaga kerja, keuangan, sarana dan prasarana, serta sistem manajemen yang dibutuhkan untuk mengelolah suatu rumah sakit. Maka berdasarkan pertimbangan tersebut suatu sistem informasi rumah sakit terdiri dari beberapa subsistem sebagai berikut:
1.    Subsistem Layanan Kesehatan. Subsistem Rekam Medis
2.    Subsistem Personalia
3.    Subsistem Keuangan
4.    Subsistem Sarana/ Prasarana
5.    Subsitem Manajemen Rumah Sakit

Subsitem tersebut kemudian dijabarkan lagi kedalam modul-modul yang sifatnya spesifik. Contoh Sbsistem Layanan Kesehatan dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi:
1.    Modul Rawat Jalan
2.    Modul Rawat Inab
3.    Modul Layanan Penunjang Medis

2.3 Ruang Lingkup Sistem Informasi Rumah Sakit

Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup pengelolaan informasi dalam lingkup manajemen pasien. Lingkup ini antara lain sebagai berikut:
1.      Registrasi Pasien, yang mencatat data/ status pasien untuk memudahkan pengidentifikasian maupun pembuatan statistik dari pasien masuk sampai keluar. Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran riwayat inab/jlana, dan info kamar inab.
2.      Rawat Jalan/poliklinik yang tersedia dirumah sakit, seperti: penyakit dalam, bedah, anak, obstetri dan ginekologi, KB. Syaraf, jiwa, THT, mata, gigi dna mulut, kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum, UGD, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat diagnosa dan tindakan terhadap pasien agar tersimpan di dalam laporan rekam medis pasien.
3.      Rawat Inab. Modul ini mencatat diagnosa dan tindakan terhadap pasien, konsultasi dokter, hubungan dengan poliklinik/ penunjang medis.
4.      Penunjang medis/ laboratorium, yang mencatat informasi pemeriksaan seperti: ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan lain-lain.
5.      Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran untuk rawat jalan, rawat inab, dan penunjang medis (laboratorium, radiologi, rehab medik), baik secara langsung maupun melalui jaminan dari pihak ketiga/asuransi/JPKM. Modul ini juga mencatat transaksi harian pasien (laboratorium, obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen deposit dan lain-lain.apotik/farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan transaksi obat-obatan.

Melalui lingkup manajemen pasien tersebut dapat diperoleh laporan-laporan mengenai:
1.         Pendapatan riwayat inab dan jalan secara periodik (harian, bulanan, dan tahunan)
2.         Penerimaan kasir secara periodik
3.         Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien
4.         Rekam medis pasien
5.         Data kegiatan rumah sakit triwulan
6.         Data morbilitas pasien rawat inab dan rawat jalan
7.         Data morbilitas penyakit khusus pasien rawat inab dan rawat jalan
8.         Penerima kasir pada bagian farmasi/apotik
9.         Pembelian kasir pada bagian farmasi/ apotik
10.     Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik
11.     Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan

2.4 Mengevaluasi Pengendalian Sistem Informasi Rumah Sakit Agar Dapat Meningkatkan Efektifitas Pelayanan Rumah Sakit

Pada pembahasan ini merupakan penguraian mengenai penerapan langkah- langkah evaluasi terhadap pengendalian internal sistem informasi rumah sakit yang berupa pemahaman struktur pengendalian dan analisa risiko yang diakhiri dengan hasil evaluasi.

Dari hasil pengamatan kami bahwa dengan bertambahnya jumlah kunjungan pasien dan jumlah pemeriksaan akan sangat berpengaruh pada penggunaan peralatan penunjang dan fasilitas di rumah sakit dan sudah tentu akan memberikan nilai lebih dalam peningkatan pendapatan rumah sakit tersebut. Namun juka terjadi penurunan jumlah kunjungan pasien di rumah sakit terutama jumlah pasien baru maka hal ini perlu di waspadai  sehingga diperlukan evaluasi pelayanan rumah sakit yang optimal.

Kemudian untuk mengetahui permasalahan yang terjadi dalam rumah sakit tersebut maka ada beberapa contoh yang perlu di perhatikan sebagai berikut:
1.         Input
Salah satu contoh “Pemasukan/ pengimputan data pasien radiologi dirumah sakit A kurang lengkap karena (tidak mencantumkan NO. RM pasien dan nama radiografer yang memeriksa), dan masih manual (dengan menuliskan dibuk register/buku besar).


2.         Proses
a.    Pencarian data pasien mengalami kesulitan karena harus membuka buku register/buku besar untuk melihat data-datanya ( misal, jenis pemeriksaan pasien, dokter yang merujuk, diagnosanya dan lain-lain). Hal ini menunjukan kesulitan dalam mengakses data-data yang ada.
b.    Kegiatan pengolahan data untuk laporan bulanan juga masih dilakukan secara manual dengan cara menghitung dari buku register/ buku besar mnggunakan kalkulator dan belum menggunakan Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) sehingga menyebabkan kemungkinan kesalahan dalam penghitungan pendapatan, jumlah pasien dan jumlah film yang di pakai, hal ini menunjukan ketidakakuratan pengelolahan data.
c.    Letak tempat/ lokasi rumah sakit juga yang menjadi faktor penyebabnya, dimana untuk mengakses lokasi rumah sakit tersebut sangat sulit.

3.         Output
Laporan atau informasi yang dihasilkan dan dilaporkan tiap bulannya hanya berupa laporan pendapatan yang berdasarkan jenis dan rujukan dari luar, sedangkan laporan mengenai rata-rata kunjungan pasien, rasio kunjungan pasien baru dengan total kunjungan, presetase pelayanan spesialistik belum dapat tersajikan secara lengkap.
Padahal informasi tersebut adalah beberapa kriteria dalam menunjukan pelayanan di instalasi radiologi. Begitu juga dengan laporan statistik pasien dan penggunaan film yang hanya direkap tanpa filampirkan pada laporan bulanan. Laporan yang diberikan kepada pihak manajerial rumah sakit selam ini juga sama satu dengan yang lainya. Hal ini menunjukan ketidaklengkapan dan ketidaksesuaian informasi  bagi manager-manager dirumah sakit.

Penanganan informasi pada bagian radiologi umumnya diselesaikan dengan komputerisasi bagian meelalui pengembangan suatu sistem informasi radiologi Radiology Information System (RIS). Sistem ini sangat memudahkan penjadwalan, pelacakan pasien, perawatan dan penulusuran film, pemberian kode, pelaporan hasil dan pembuatan rekenign/ tagihan. Sehingga teknologi komputer sangat mutlak diperlukan dubagian radiologi.

















BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu tatanan yang berurusan dengan pengumpulan data, pengolahan, penyajian informasi, analisis dan penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit
Funsi utama dari rumah sakit yang pada umumnya adalah pelayanan kesehatan, serta pasien sebagai objek dari fungsi utama rumah sakit, dukungan operasional berupa tenaga kerja, keuangan, sarana dan prasarana, serta sistem manajemen yang dibutuhkan untuk mengelolah suatu rumah sakit.
Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup pengelolaan informasi dalam lingkup manajemen pasien. Lingkup ini antara lain sebagai berikut:
1.      Registrasi Pasien,
2.      Rawat Jalan/poliklinik yang tersedia dirumah sakit
3.      Rawat Inab.
4.      Penunjang medis/ laboratorium,.
5.      Penagihan dan Pembayaran,
Penanganan informasi pada bagian radiologi umumnya diselesaikan dengan komputerisasi bagian meelalui pengembangan suatu sistem informasi radiologi Radiology Information System (RIS). Sistem ini sangat memudahkan penjadwalan, pelacakan pasien, perawatan dan penulusuran film, pemberian kode, pelaporan hasil dan pembuatan rekenign/ tagihan. Sehingga teknologi komputer sangat mutlak diperlukan dubagian radiologi.

3.2  SARAN
Teknologi informasi merupakan salah satu teknologi yang sedang berkembang dengan pesat saat ini. Dengan kemajuan teknologi informasi, pengaksesan terhadap data atau informasi yang tersedia dapat berlangsung dengan cepat , efisien serta akurat. Olehnya itu perlu adanya pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) yang berbasis komputer dengan  memperhatikan konsep-konsep dasar pengembangan sistem informasi.














DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012, Sistem Informasi Rumah Sakit, http:// www. sistem informasi rumah sakit.pdf diakses tanggal 21 Januari 2013

Anonim, 2012, Evaluasi Pengendalian Sistem Informasi Rumah Sakit, http:// www. Evaluasi Sistem Informasi Rumah Sakit.pdf diakses tanggal 21 januari 2013

Haryanto, Toni, dkk, 2006, Implementasi Sistem Informasi Rumah Sakit, http:// www. Implementasi Sistem Informasi Rumah Sakit_pdf diakses tanggal 21 Januari 2013
Rahayu, Sri, 2009, Pengembangan Model Sistem Informasi Rumah Sakit Pada Instalasi Radiologi, http:// www. Model Sistem Informasi Rumah Sakit.pdf diakses tgl 21 januari 2013