Jumat, 26 Juni 2015

peran masyarakat



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangunan yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia adalah tercapainya bangsa yang maju dan mandiri, sejahtera lahir dan bathin. Salah satu ciri bangsa yang maju adalah mempunyai derajat kesehatan yang tinggi, karena derajat kesehatan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kualitas sumberdaya manusia. Hanya dengan sumberdaya yang sehat akan lebih produktif dan meningkatkan daya saing bangsa. Menyadari hal tersebut, pemerintah Republik Indonesia telah mencanangkan kebijaksanaan dan strategi baru dalam suatu “Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan sebagai Strategi Nasional menuju Indonesia Sehat 2010” pada tanggal 1 Maret 1999.
Masyarakat masih menempatkan prioritas pada pembangunan sarana air bersih daripada pembangunan sarana sanitasi dan program kesehatan, padahal pembangunan sarana air bersih tanpa disertai pembangunan sarana sanitasi dan kesehatan, kurang memberikan dampak terhadap peningkatan derajad kesehatan. Masyarakat kurang memperhatikan pentingnya kegiatan untuk operasional dan pemeliharaan sarana, serta usaha peningkatan kualitas air dan lingkungan, kurangnya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat terhadap penggunaan sarana air bersih dan sanitasi menyebabkan kurangnya kesinambungan / keberlanjutan program air bersih, sanitasi dan kesehatan. Maka dari itu diperlukannya promosi kesehatan dalam masyarakat dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyaraka.
Kondisi kesehatan masyarakat Indonesia saat ini masih dalam keadaan terpuruk meskipun telah mengalami kemajuan yang cukup bermakna. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat anatara lain ditunjukkan dengan makin menurunnya angka kematian bayi dan kematian Ibu, menurunnya prevalensi gizi kurang pada Balita serta meningkatnya umur harapan hidup. Namun demikian disparitas derajat kesehatan antar wilayah dan antar kelompok tingkat sosial ekonomi penduduk masih tinggi. Derajat kesehatan masyarakat Indonesia masih jauh tertinggal dari derajat kesehatan masyarakat di negara-negara ASEAN.
Hal tersebut terjadi sebagai akibat Indonesia menghadapi beban ganda dalam pembangunan kesehatan, di mana masih dihadapi meningkatnya beberapa penyakit menular (reemerging diseases) seperti campak, polio, diare, TBC dan lain sebagainya dan adanya kecenderungan penyakit tidak menular atau degeneratif seperti penyakit jantung, stroke, diabetes millitus dan lain sejenisnya mulai meningkat di masyarakat.

B.    RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
a.       Bagaimana Menjelaskan Pengertian Peran Masyarakat
b.      Bagaimana Menjelaskan Filosofi Dan Tujuan Peran Serta Masyarakat
c.       Bagaimana  Menjelaskan Metode Peran Serta Masyarakat
d.      Bagaimana  Menjelaskan Elemen-Elemen Peran Masyarakat
e.       Bagaimana  Menjelaskan Strategi Peran Masyarakat
f.        Bagaimana  Menjelaskan Faktor Yang Mempengaruhi Peran Serta Masyarakat
C.    TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
a.       Untuk Mengetahui Pengertian Peran Masyarakat
b.      Untuk Mengetahui Filosofi Dan Tujuan Peran Serta Masyarakat
c.       Untuk Mengetahui Metode Peran Serta Masyarakat
d.      Untuk Mengetahui Elemen-Elemen Peran Masyarakat
e.       Untuk Mengetahui Strategi Peran Masyarakat
f.        Untuk Mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Peran Serta Masyarakat
D.    MANFAAT
Adapun manfaat yang ingin dikemukakan dalam makalah ini yaitu :
1.      Dapat menjadi referensi dan literatur bagi semua kalangan yang membutuhkan.
2.      Dapat menambah ilmu pengetahuan, serta melatih penulis berpikir secara kritis, analitik, dan logis dalam mengolah dan mengkaji data menjadi sebuah karya ilmiah




BAB II
PEMBAHASAN

A.     PENGERTIAN PERAN MASYARAKAT
Menurut Notoatmodjo (2007), peran serta atau partisipasi masyarakat adalah ikut sertanya seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan permasalahan-permasalahan masyarakat tersebut. Peran serta dibidang kesehatan berarti keikutsertaan seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan mereka sendiri. Hal ini masyarakat sendirilah yang aktif memikirkan, memecahkan, melaksanakan dan mengevaluasikan program-program kesehatan. Institusi kesehatan hanya sekedar memotivasi dan membimbingnya. Peran serta setiap anggota masyarakat dituntut suatu kontibusi atau sumbangan. Kontribusi tersebut bukan hanya terbatas pada dana dan finansial saja tetapi dapat terbentuk dalam tenaga (daya) dan pemikiran (ide). Dalam hal ini dapat diwujudkan dalam 4M yakni, manpower (tenaga), money (uang), material (benda-benda) dan mind (ide atau gagasan).
Peran serta masyarakat memiliki makna yang amat luas. Semua ahli mengatakan bahwa partisipasi atau peranserta masyarakat pada hakekatnya bertitik tolak dari sikap dan perilaku namun batasannya tidak jelas, akan tetapi mudah dirasakan, dihayati dan diamalkan namun sulit untuk dirumuskan.

B.     FILOSOFI DAN TUJUAN PERAN SERTA MASYARAKAT
Hubungannya dengan fasilitas dan tenaga kesehatan, peran serta masyarakat dapat diarahkan untuk mencukupi kelangkaan tersebut. Dengan kata lain peran serta masyarakat dapat menciptakan fasilitas dan tenaga kesehatan. Peran serta masyarakat didasarkan pada idealisme berikut :
a. Community fell need
b. Organisasi pelayanan masyarakat kesehatan yang berdasarkan peran serta masyarakat.
c.  Pelayanan kesehatan tersebut akan dikerjakan oleh masyarakat sendiri
Tujuan program peran serta masyarakat adalah meningkatkan peran dan kemandirian, dan kerjasama dengan lembaga-lembaga non pemerintah yang memiliki visi sesuai; meningkatkan kuantitas dan kualitas jejaring kelembagaan dan organisasi non pemerintah dan masyarakat; memperkuat peran aktif masyarakat dalam setiap tahap dan proses pembangunan melalui peningkatan jaringan kemitraan dengan masyarakat.

C.     METODE PERAN SERTA MASYARAKAT
a.   Peran serta dengan paksaan
Artinya memaksa masyarakat untuk kontribusi dalam suatu program, baik melalui perundang-ungdangan, peraturan-perturan maupun dengan perintah lisan saja. Cara ini akan lebih cepat hasilnya dan mudah, tetapi masyarakat akan takut, merasa dipaksa dan kaget karena dasarnya bukan kesadaran tetapi ketakutan. Akibatnya masyarakat tidak akan mempunyai rasa memiliki terhadap program yang ada.
b.   Peran serta dengan persuasi dan edukasi
Artinya suatu parisipasi yang didasari pada kesadaran. Sukar tetapi bila tercapai hasilnya akan mempunyai rasa memiliki dan rasa memelihara. Partisipasi ini dimulai dengan penerangan, pendidikan dan sebagainya baik secara langsung maupun tidak langsung.

D.    ELEMEN-ELEMEN PERAN MASYARAKAT
a. Motivasi
Persyaratan utama masyarakat berpartisipasi adalah motivasi. Tanpa motivasi masyarakat sulit berpartisipasi disegala program. Timbulnya motivasi harus dari masyarakat itu sendiri dan pihak luarnya hanya meragsang saja. Untuk itu pendidikan kesehatan sangat diperlukan dalam rangka merangsang tumbuhnya motivasi.
b.   Komunikasi
Suatu komunikasi yang baik adalah yang dapat menyampaikan pesan, ide dan informasi kepada masyarakat. Media masa, seperti TV, radio, poster, film dan sebagainya. Semua itu sangat efektif untuk manyampaikan pesan yang akirnya dapat menimbulkan partisipasi.
c.   Kooperasi
Kerja sama dengan instansi-instansi di luar kesehatan masyarakat dan instansi kesehatan sendiri adalah mutlak diperlukan. Adanya team work antara mereka ini akan membantu menumbuhkan partisipasi.
d.   Mobilisasi
Hal ini berarti bahwa peran serta itu bukan hanya terbatas pada tahap pelaksanaan program. Partipasi masyarakat dapat dimulai seawal mungkin sampai ke akhir mungkin, dari identifikasi masalah, menentukan prioritas masalah, perencanaan program, pelaksanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi program.

E.     STRATEGI PERAN MASYARAKAT
Strategi peran serta menurut Notoatmojo (2007) yang dapat dipakai adalah sebagai berikut:
a.       Pendekatan masyarakat, diperlukan untuk memperoleh simpati masyarakat. Pendekatan ini terutama ditunjukan kepada pimpinan masyarakat, baik yang formal maupun informal.
b.      Pengorganisasian masyarakat dan pembentukan tim
1.   Dikoordinasikan oleh lurah atau kepala desa.
2.   Tim kerja yang dibentuk tiap RT, anggota tim adalah pemuka masyrakat RT yang bersangkutan dan pimpinan oleh ketua RT.
c.       Survei diri
Tiap tim kerja di RT melakukan survei di masyrakatnya masing-masing dan diolah serta dipresentasikan kepada warganya.
d.      Perencanaan program
Perencanaan dilakukan oleh masyarakat sendiri setelah mendengarkan presentasi survei diri dari tim kerja, serta telah menentukan bersama tentang prioritas masalah akan dipecahkan. Merencanakan program ini perlu diarahkan terbentuknya dana sehat dan kader kesehatan. kedua hal ini merupakan sangat penting dalam rangka pengembangan peran serta masyarakat. Dana sehat tersebut selain dari bentuk peran serta masyarakat, juga merupakan motor penggerak program.
e.       Training (Pelatihan)
Training para kader harus dipimpin oleh dokter puskesmas meliputi medis dan manajemen kecil-kecilan dalam mengolah program-program kesehatan tingkat desa serta pencatatan, pelaporan, dan rujukan.


f.        Rencana evaluasi
Menyusun rencana evaluasi perlu ditetapkan kriteria keberhasilan suatu program, secara sederhana dan mudah dilakukan oleh masyrakat atau kader itu sendiri (Notoatmojo, 2007).

F.  FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN SERTA MASYARAKAT
1.      Manfaat kegiatan yang dilakukan.
Jika kegiatan yang dilakukan memberikan manfaat yang nyata dan jelas bagi masyarakat maka kesediaan masyarakat untuk berperanserta menjadi lebih besar.
2.      Adanya kesempatan.
Kesediaan juga dipengaruhi oleh adanya kesempatan atau ajakan untuk berperanserta dan masyarakat melihat memang ada hal-hal yang berguna dalam kegiatan yang akan dilakukan.
3.      Memiliki ketrampilan.
Jika kegiatan yang dilaksanakan membutuhkan ketrampilan tertentu dan orang yang mempunyai ketrampilan sesuai dengan ketrampilan tersebut maka orang tertarik untuk berperan serta.
4.      Rasa Memiliki.
Rasa memiliki suatu akan tumbuh jika sejak awal kegiatan masyarakat sudah diikut sertakan, jika rasa memiliki ini bisa ditumbuh kembangkan dengan baik maka peranserta akan dapat dilestarikan.
5.      Faktor tokoh masyarakat.
Jika dalam kegiatan yang diselenggarakan masyarakat melihat bahwa tokoh - tokoh masyarakat atau pemimpin kader yang disegani ikut serta maka mereka akan tertarik pula berperanserta.






BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Peran serta masyarakat memiliki makna yang amat luas. Semua ahli mengatakan bahwa partisipasi atau peranserta masyarakat pada hakekatnya bertitik tolak dari sikap dan perilaku namun batasannya tidak jelas, akan tetapi mudah dirasakan, dihayati dan diamalkan namun sulit untuk dirumuskan.
Peran serta masyarakat didasarkan pada idealisme berikut :
a. Community fell need
b. Organisasi pelayanan masyarakat kesehatan yang berdasarkan peran serta masyarakat.
c.  Pelayanan kesehatan tersebut akan dikerjakan oleh masyarakat sendiri
Tujuan program peran serta masyarakat adalah meningkatkan peran dan kemandirian, dan kerjasama dengan lembaga-lembaga non pemerintah yang memiliki visi sesuai; meningkatkan kuantitas dan kualitas jejaring kelembagaan dan organisasi non pemerintah dan masyarakat; memperkuat peran aktif masyarakat dalam setiap tahap dan proses pembangunan melalui peningkatan jaringan kemitraan dengan masyarakat.

B.     SARAN

 Permasalahan kesehatan yang dihadapi bangsa kita yang demikian kompleksnya tidak terlepas dari persoalan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan penduduk (khususnya penduduk yang tinggal di pedesaan), lemahnya peran lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan, termasuk pihak swasta. Guna memecahkan persoalan tersebut, diperlukan pemberdayaan masyarakat yang mengacu pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pemberdayaan masyarakat dalam hal ekonomi, gender, pendidikan, serta peran pihak swasta dan LSM.




DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. “Visi Pembangunan Kesehatan: Indonesia Sehat 2010.” http://www.depkes.go.id/indonesiasehat.html (22 Agustus 2014)


proyeksi keinginan



PROYEKSI KEINGINAN

Proyeksi keinginan untuk mengikuti Pendidikan S2 di Program Pascasarjana UGM adalah sebagai berikut:
1.      Alasan mengikuti Pendidikan S2 di Program Pascasarjana UGM dengan pilihan program studi tersebut :
a.       Ingin Melanjutkan studi sesuai dengan latar belakang pendidikan S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
b.      Memiliki minat yang tinggi terhadap ilmu kesehatan masyarakat khususnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja
c.       Melihat kondisi daerah saya di Kabupaten Buton Selatan yang belum memiliki tenaga profesional di bidang K3
d.      Memiliki keinginan yang besar untuk berkontribusi dan mengembangkan terhadap daerah saya yang masih sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas terutama yang bergelar magister

2.      Harapan yang diinginkan dengan mengikuti pendidikan S2 di Program Pascasarjana UGM:
a.       Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam bidang ilmu K3 dan turut serta dalam pembangunan daerah saya
b.      Menjadi lebih peka terhadap masalah – masalah kesehatan di daerah saya
c.       Berperan aktif dalam pembangunan daerah saya yang masih sangat membutuhkan Sumber daya manusia
d.      Menjadi ahli dalam bidang ilmu K3
e.       menjadi harapan bagi keluarga masyarakat, bangsa dan negara dalam merintis pembangunan dan kesejahteraan masyarakat

3.      Rencana topik Penelitian:
Produktivitas Kerja Tenaga Kesehatan Daerah Kepulauan Dan Daratan Di Kabupaten Buton Selatan

4.      Rencana yang akan dilakukan setelah menyelesaikan Pendidikan S2 di Program Pascasarjana Ugm:
a.       Mengabdi, mengembangkan, dan mengaplikasikan ilmu yang di peroleh untuk pegembangan daerah saya
b.      Bekerja di instansi pemerintaan baik PNS atau BUMN
c.       Mengabdikan diri sebagai tenaga dosen di Universitas yang ada di Sulawesi Tenggara khususnya untuk mencerdaskan anak bangsa